Irresponsible Journalism: Judul Berita Kalimat Tanya

JANGAN pernah tergoda untuk membaca berita yang judulnya berupa kalimat tanya atau menggunakan tanda tanya di akhir kalimatnya. Pasal...

Tampilkan postingan dengan label LINTAS KOTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINTAS KOTA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Desember 2014

Memperingati HDI Phalamarta Mengadakan Bhakti Sosial

SUKABUMI - Dalam rangka memperingati Hari Disabilitasi Internasional (HDI) sebanyak 103 penderita disabilitas yang menjadi warga Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Phalamarta Cibadak adakan acara Bhakti Sosial di hotel Panineungan Yawitra Asri, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Selasa (16/12).

Kegiatan tersebut diisi dengan pengobatan gratis, bakti sosial dan penampilan seni dari para Disabilitas, dalam aksi nya para Disabilitas terlihat sangat bersemangat dan mengeluarkan semua kemampuan nya dalam berkreasi.

Menurut Ketua PSBL Phala Marta, Lilit Maskuroh mengatakan, kegiatan yang dilaksanan selama dua hari ini selain untuk memperingati HDI, juga sebagai ajang pembuktian kondisi para disabilitas kepada masyarakat luas yang selama ini dipandang miring dan tidak kreatif.

"Padahal dibalik kondisi mereka, ternyata mereka mampu berkreatif. Seperti halnya kerajinan tangan dan seni," dengan digelarnya acara tersebut, dirinya berharap masyarakat luas tidak memperlakukan para disabilitas dengan perlakuan yang berbeda. Mereka harus mendapat perlakuan yang sama saat berada dilingkungan masyarakat.

"Tentunya mereka harus diperlakukan seperti yang lainnya. Karena pada prinsifnya, mereka ini butuh perhatian dan kasih sayang dari semua pihak " imbuhnya.

Sementara itu, ketua panitia peringatan HDI, Yoga Firmansyah menambahkan, dalam kegiatan HDI ini, 103 warga disabilitas dan 200 warga sekitar tempat kegiatan mengikuti pringatan ini. Mereka ikut tampil dan memeriahkan acara dalam bentuk penampilan seni tari jaipong dan hasil kerajinan tangan.

"Sebanyak 200 warga sekitar tempat kegiatan ikut berpartisipasi dalam acara ini. Dalam hal ini, mereka ikut dalam kegiatan pengobatan gratis. Selain itu pada hari kedua kegiatan, seluruh warga disabilitas akan melakukan bakti sosial berupa bersih-bersih jalan lingkungan dan tempat beribadah. Kegiatan ini untuk menunjukan kepada masyarakat luas, bahwa orang disabilitas peduli terhadap lingkungan," jelas Yoga.

"Meskipun acaranya sederhana, tapi setidaknya masyarakat luas mengetahui, bahwa orang disabilitas peduli terhadap lingkungan," pungkasnya. 

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 13.29

Minggu, 14 Desember 2014

Membangun Insfratruktur Jalan Desa


Pembangunan nasional dewasa ini dengan lebih menitik beratkan pada pembangunan sector petanian dan perkebunan yang memang terbukti tangguh melawan derasnya arus krisis moneter beberapa tahun lalu perlu untuk sesegra mungkin dilaksanakan dengan terencana dan terpadu dengan melibatkan semua unsur stake holder yang terkait.

Untuk melaksanakan pembangunan pedesaan hal tersebut diantisipasi dengan system perencanaan pembangunan botton up dengan memulai perencanaan pembangunan tersebut dari kalangan masyarakat Desa dalam bentuk musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) pada tingkat Desa yang selanjutnya berjenjang hingga keperencanaan pembangunan nasional.

Yang menjadi masalah dalam pembangunan pedesaan akhir-akhir ini adalah penajaman pendekatan kawasan dalam pembangunan ekonomi .hingga akses masyarakat luas pelaku-pelaku ekonomi dan industri dengan petani menjadi semakin mudah, murah dan memadai dengan penyediaan sekian banyak infrastruktur berupa jalan, jembatan dan saluran irigasi dan berbagai kebutuhan masyarakat desa yang fital dan mendukung system perekonomian yang berkembang didesa-desa sehingga upaya aktualisasi potensi-potensi ekonomi yang ada dipedesaan dapat tercapai dan termanfaatkan dengan baik dan bijak oleh masyarakat desa.

Sehubungan dengan hal tersebut sebagai upaya aktualisasi potensi-potensi ekonomi masyarakat desa yang mengarah pada penajaman pendekatan kawasan dalam pembangunan ekonomi pedesaan maka penyediaan dan pembangunan infrastruktur perhubungan berupa jalan dan jembatan desa sangatlah diperlukan.

Hal tersebut sangat terasa khususnya di Desa Kadununggal Kecamatan Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi Yang luas wilayahnya belum seimbang dengan ketersediaan ruas-ruas jalan penghubung dari satu wilayah kewilayah lain lainnya sehingga kemudahan untuk mengakses lahan-lahan pertanian dan pekebunan masih mengalami kesulitan.

Dengan penyedian infrakstruktur jalan dan jembatan diwilayah Desa Kadununggal Kecamatan Kalapanunggal diharapkan dapat menjadi solusi pendekatan kawasan pembangunan dan pengembangan sentra-sentra pertumbuhan baru sehingga diharapkan juga Sangat Mendukung Bagi Peningkatan produksi hasil pertanian yang pada akhirnya akan memberi nilai tambah bagi pertumbunhan ekonomi nasional yang signifikan.

Namun sejauh ini, meskipun masyarakat Desa Kadununggal telah giat membangun, tetapi belum dapat dirasakan maksimal, Karena kurang meratanya pembangunan yang dilaksanakan, dengan segala kekurangan yang dimiliki masyarakat sangat diperlukan adanya suntikan dana dari Pemerintah dalam membantu dana swadaya yang ada di masayarakat sebagi modal utama demi terwujudnya pemerataan pembangunan dalam menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 13.15

1500 OFFROADER Meriahkan Gunung Walat Adventure Croos

SUKABUMI - Sedikitnya 1500 Offroader dari berbagai daerah di Sukabumi dan Jawa Barat, Minggu (14/12) ikut ambil bagian dalam “Adventure Croos” yang digelar di Desa Batu Nunggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Ribuan peserta yang tergabung dalam sejumlah klub trail ditantang dengan lintasan offroad baik di medan berlumpur di sepanjang kawasan hutan pendidikan Gunung Walat hingga curamnya tebing pe
gunungan. Acara dibuka oleh Sekda Kabupaten Sukabumi, Adjo Sarjono.

Event Offroad yang diselenggarakan pertama kali di Gunung Walat ini, menempuh lintasan kurang lebih 60 km.  Dimulai dari sepanjang kawasan hutan pendidikan Gunung Walat menuju jalur perkebunan dan perbukitan .

Trek menantang dilalui baik jalur  perkebunan, tanjakan tajam, turunan hingga tanah  berlumpur. “Perbandingannya, sekitar 90 persen jalur adventure dan sisanya 10 persen jalanan biasa.” terang Ketua Panitia, Junadi Tanjung yang juga ketua LSM Barisan Evakuasi Tanggap Bencana (BARETA).

Lanjut dia," event ini sekaligus dalam rangka rekrutmen para calon anggota baru LSM Bareta dari berbagai wilayah melalui  Adventure Croos ini, yang bertujuan memupuk kesadaran para peserta offroad tentang  pentingnya menjadi relawan tanggap bencana, ungkapnya."

Hasil pantauan lensanasional.com dilapangan, Selain para offroader dari Sukabumi dan Jawa Barat, ada juga peserta dari luar daerah. Tidak hanya itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi  juga Ikut memeriahkan acara tersebut dengan menjadi peserta Adventure Croos.

Agus berharap agar kegiatan seperti ini kedepannya lebih bagus lagi, dirinya juga sangat mendukung dengan adanya penyelenggaraan Adventure Croos  yang diselenggarakan LSM BARETA dan Karang Taruna setempat dalam rangka rekrutmen relawan tanggap bencana. (Dede)

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 13.04

Sabtu, 13 Desember 2014

Bawa Golok dan Gear, 23 Pelajar Diamankan Polisi

Bawa Golok dan Gir, 23 Pelajar Diamankan Polisi (Foto: Ilustrasi)

SUKABUMI – Sebanyak 23 pelajar SMK Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Kota Sukabumi, Jawa Barat, terjaring operasi gabungan aparat Muspika Kecamatan Cibadak, Sabtu (13/12/2014) malam tadi.

Selain mengamankan pelajar yang diduga hendak tawuran usai ujian tersebut, polisi juga menyita dua buah golok panjang dan sebuah gear yang diduga akan digunakan tawuran.

Para pelajar mengaku jika aksi gerombolan ini dilakukan karena usai ujian. Semula berjumlah 50 siswa, namun saat terjadi penggerebegan, sebagian pelajar menghilang dan lari tunggang langgang, dan sisanya 23 siswa akhirnya ditangkap usai bermain dari arah Pantai Palabuan Ratu menuju arah Kota Sukabumi.

Sementara, dua buah golok dan gear dari pengakuan pelajar adalah milik kawan-kawan mereka yang ditinggalkan saat dikejar aparat.

Kapolsek Cibadak, Kompol Undang Dedi mengatakan jika puluhan pelajar ini diamankan karena aparat melihat gerombolan pelajar yang mencurigakan pada malam hari. “Akhirnya aparat gabungan yang hendak operasi miras mengamankan pelajar dan barang bukti senjata tajam berupa golok dan gear,” ujarnya.

Hingga malam ini puluhan pelajar masih berada di aula mapolsek cibadak dan masih menunggu pihak sekolah serta orang tua mereka. Sementara polisi masih menyelidiki kepemilikan senjata tajam

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 15.06

Jumat, 12 Desember 2014

Tenggak Oplosan Dua ABG Masuk Rumah Sakit


SUKABUMI - Dua anak baru gede (ABG) Gian dan adiknya Juan Warga Cipancur RT 02/06, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Sukabumi Jawa Barat terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit akibat menenggak miras oplosan. Kedua korban mengalami muntah-muntah setelah meminum miras oplosan yang diberikan temannya. 

Menurut keterangan ayah tiri korban Asep (45) menuturkan, Peristiwa terjadi Kamis (11/12), ketika adzan magrib, kedua anaknya masih berada dirumah. Namun setengah jam kemudian mereka pamit hendak keluar rumah, tapi dirinya tidak mengetahui tujuan kedua anaknya.

"Sekitar pukul 21:00 malam, anak saya Gian pulang kerumah tet
api ada yang aneh, setibanya dirumah dia pulang tanpa adiknya, lebih aneh lagi dan kaget, dia pulang jalannya sempoyongan kemudian muntah-muntah. Saya langsung panik terlebih pengakuan dari Gian bahwa Juan juga mengalami hal yang sama. Setelah saya cari, juan saya temukan tergeletak disaung milik  tetangga saya," tutur nya.

Lanjut Asep, Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, saya langsung membawa anak saya ke RS Sekarwangi untuk diperiksa, saya belum tahu jelas minuman apa yang ditenggak oleh anak saya, tetapi pengakuan mereka minuman tersebut pemberian temannya yang bernama Eo alias Ujang," jelasnya.


Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih dalam perawatan pihak Rumah Sakit. (Dede)

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 14.59

Selasa, 18 November 2014

Pasca Kenaikan BBM Sejumlah SPBU di Sukabumi Mengalami Penurunan Omset

SUKABUMI - Pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah sejak senin (17/11/2014) lalu. Sejumlah SPBU di Sukabumi, Jawa Barat mengalami penurunan omset.

Namun menjelang kenaikan BBM bersubsidi itu, hampir semua SPBU diserbu oleh para pembeli meski mereka harus rela mengantri cukup lama demi mendapatkan stok BBM harga lama.

" Pengumuman kenaikan tarif dasar BBM ini memang tidak ada aba-aba sebelumnya dari pemerintah melalui kementrian ESDM," kata Heri Prasetya, salah satu pengelola SPBU 34.43312 Batusapi, Pelabuhan Ratu.

Menurut dia, pengumuman kenaikan tarif dasar BBM ini memang tidak ada pemberitahuan dari pertamina. Yang saya tahu juga pengumuman kenaikan BBM ini saya lihat dari Televisi saja. " Jadi memang tidak ada masalah yang terlalu signifikan apabila tidak ada upaya untuk menimbun ataupun upaya curang oknum tertentu," ujarnya.

Heri menceritakan, Saat antrian yang hanya berlangsung dari pkl 21.30 WIB, hingga tengah malam, mampu menghabiskan tujuh ton premium. Namun setelah antrian yang cukup panjang itu malah terjadi penurunan pembeli pada pagi hari hingga sorenya.

Kenaikan harga dasar BBM bersubsidi kali ini ada uniknya. Keunikan itu terdapat di BBM jenis Pertamax yang malah menjadi turun hingga Rp.300 rupiah yaitu dari Rp 11.100 menjadi Rp 10.800 per liternya.

Sedangkan untuk premium kenaikannya mencapai Rp 2 ribu rupiah, dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 dan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 rupiah.

" Dengan adanya selisih yang hanya sedikit ini mendingan masyarakat agar beralih sajamenggunakan BBM Pertamax," pungkasnya. (Udas)

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 16.44

Senin, 17 November 2014

Badan Penanggulangan Bencana Daerah disalurkan Bantuan bencana

SUKABUMI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi menyerahkan  bantuan bencana alam  (17/11) , bantuan yang disalurkan kepada korban  akibat longsor dan puting beliung di kabupaten sukabumi .
Bantuan distribusikan kepada masyarakat yang berhak  sesuai data pihak dari RT/ RW yang diajukan kepada pemerintahan setempat dimana lokasi terkena bencana di kabupaten sukabumi,i adalah Kecamatan Cidahu,Parungkuda,Bojonggenteng,Cibadak,Nagrak Bantargaung, Cireunghas dan Gegerbitung semuanya daerah yang terkena  bencana karena angin puting beliung yang  rumah nya terkena pepohonan akibat bencana tersebut  dan tercata pada  data Badan Bencana Daerah (BPBD)
Usman Susilo kabid BPBD mengatakan kepada kabar sukabumi  bahwa jumlah yang paling banyak  mengalami kerusakan di Kecamatan Nagrak karena angin puting beliung disertai hujann deras,  pihaknya berharap  kepada masyarakat dimusim hujann ini warga waspada dan tetap berkoordinasi dengan aparat  baik  RT  dan pihak berwajib untuk antisipasi sementara  jumlah rumah yang rusak masih di verifikasi petugas dilapangan per kecamatan BPBD hanya bisa memberikan logistik kepada warga terkena bencana alam .imbuhnya. (Isep)

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 12.06

KONDISI PESISIR PALABUHANRATU MULAI TERANCAM

Pantai Palabuhanratu kabupaten Sukabumi sebagai salah satu destinasi atau obyek daya tarik wisata di Jawa Barat memiliki keindahan dan keunikan alam pesisir yang natural, didukung karakter ombak yang memiliki bentangan panjang, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk berselancar (Surfing) oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun keindahan dan nilai natural pesisir pantai di sepanjang teluk Palabuhanratu, akhir-akhir ini terganggu dengan banyaknya bangunan hotel, rumah tinggal dan warung serta pagar penghalang.

Dimana pengunjung saat keliling menggunakan kendaraan tidak bisa lagi memandang lepas ke area pantai lantaran banyak obyek yang menghalangi pemandangan. Demikian juga dengan spandan pantai, saat ini banyak diklaim oleh kalangan pengusaha dan dibuat bangunan atau pagar yang diduga tidak mengantongi ijin, padahal area sepandan pantai seharusnya zona bebas dari pagar dan bangunan.

Saodah, Menejer Ocean Queen di Desa Cikahuripan kecamatan Cisolok kabupaten Sukabumi, mengeluhkan adanya pagar pembatas yang dibangun oleh PT. Legon Pari yang berada di zona sepadan pantai. Pagar tersebut sangat mengganggu aktivitas. “Warga setempat dan para wisatawan merasa terganggu karena menutup akses jalan pesisir pantai” kata Saodah saat ditemui beberapa waktu lalu kepada awak media.

Saodah mengaku beberapa bulan lalu sudah membuat laporan terkait dengan gangguan atas dibangunnya pagar pembatas milik Legon Pari, kepada instansi terkait, seperti Kepala Desa Cikahuripan, Camat Cisolok, Satpolair Polres Sukabumi dan Pos TNI AL Palabuhanratu.

“Pertemuan dengan instansi terkait sudah dilakukan, hingga kini tidak ada titik terang” katanya. Terakhir, Tanggal 20 Oktober 2014 lalu, Saodah berkirim surat kepada Bupati Sukabumi perihal permohonan audien/ bertemu Bupati. “Hingg
a hari ini juga pak Bupati tidak merespon pertemuan sudah beberap surat yang kami kirimkan” papar Saodah.

Sebelum dibagun pagar yang berada disepadan pantai itu, ujar Saodah, warga setempat dan wisatawan dengan leluasa bisa berjalan keliling sepanjang pantai Legon Pari, namun setelah dipagar, akses jalan jadi tertutup. Saodah menjelaskan, penutupan akses jalan tersebut sangat berdampak pada minat pengunjung. “Angka kunjungan wisatawan turun hingga 50% sejak adanya pagar itu” sesalnya. Menurut Kepala Desa Cikahuripan kecamatan Cisolok, Heri Suryana, pagar yang dibangun pihak Legon Pari memang berada disepadan pantai, pihaknya tidak pernah menerbitkan rekomendasi ijin bangunan pagar atau apapun di area tersebut.

“Antara menejemen Ocean Queen dan Legon Pari sudah kami coba fasilitasi, namun belum ada titik temu, kami berharap pihak pemda kabupaten Sukabumi segera menangani dan menertibkan mengenai penataan bangunan sepanjang pantai” tuturnya yang ditemui secara terpisah. Heri juga menghimbau kepada pemilik hotel yang lain agar mengurus ijin terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas atau membuat membangun disepanjang pantai. “Tempuh dulu prosedur perijinan, baru bisa membuat bangunan” tandas. Pungkas Heri.

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 12.02

PASIEN DI RSUD SEKARWANGI BEBAS BERKELIARAN

Beberapa pasien yang sedang menjalani perawatan di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Sekarwangi dengan leluasa bebas berkeliaran. Bahkan sebagian pasien bisa leluasa keluar kompleks rumah sakit untuk berbelanja keperluan dengan selang infus masih tergantung dilengannya.

“Bebas, mereka (para pasien) keluar masuk dan belanja keperluan untuk bekal selama berada di rumah sakit” kata Heri (42) salah seorang penjual makanan di RSUD Sekarwangi Cibadak kabupaten Sukabumi, Senin, 17/11/2014.

Heri yang mangkal didepan gerbang RSUD itu mengaku tidak aneh bila melihat orang belanja dengan selang dan botol infus masih menempel ditangan. Seperti salah seorang pasien dengan tenangnya membeli buah-buahan didepan gerbang tanpa ada teguran dari para medis ataupun petugas keamanan. “Tuh, lihat, ditangan orang itu pegang botol infus dan selang” ujar Heri sambil meyakinkan dengan menunjuk sesorang dari kejauhan.

Humas RSUD Sekarwangi, Ramdansyah menjelaskan, para pasien dilarang keluar ruangan apalagi berbelanja hingga keluar gerbang. Namun pihaknya mengaku kekurangan petugas keamanan (Satpam) sehingga sulit mengawasi pasien. “Kami hanya memiliki 20 anggota satpam dibagi 3 shift dan harus mengawasi area rumah sakit seluas 5 hektar. Papar Heri dihubungi melalui telefon selular.

Idealnya, lanjut Heri, 50 anggota satpam bisa meng”cover” seluruh aktivitas dirumah sakit. “50 anggota baru cukup, dengan asumsi, 15 anggota tiap shift” imbuhnya.

Selengkapnya :http://palabuhanratuonline.wordpress.com/

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 11.59

Petani di Ciamis Rugi, Tanaman Kacang Digasak Kawanan Monyet

Ciamis Area tanaman kacang tanah milik petani, di Gunung Gadung, Desa Cinyasag, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, digasak sekawanan monyet. Akibatnya petani kacang terpaksa mengalami gagal panen.

Sanang, petani asal Dusun Cirikip, RT 03 RW 07, Desa Cinyasag, mengatakan, tanaman kacang tanah miliknya habis digasak monyet. Padahal, dua hari sebelumnya dia berencana memanen kacang tanah tersebut.

“Pada saat mau dipanen, tanaman kacang sudah dalam keadaan acak-acakan,” katanya.

Melihat keadaan seperti itu, Sanang mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Terlebih saat itu kawanan monyet masih berada di lokasi. Dia memprediksi, masa panen kacang tahun ini dapat dipastikan petani kacang merugi.

“Tanaman di ladang digasak monyet, sedangkan tanaman padi diserang hama tikus. Meski petani sudah berupaya dengan berbagai cara, hama monyet maupun tikus tetap saja tidak bisa diatasi,” kata Sanang.

Nani, petani lainnya, mengatakan, tanaman kacang tanah yang berada di Gunung Gadung tumbuh dengan subur. Diapun mengaku sempat tertarik untuk mengikuti jejak Sanang, menanam kacang tanah.

Namun, setelah mengetahui hama monyet menggasaknya, Nani mengurungkan niat untuk menanam kacang. Menurut Nani, serangan hama monyet diperkirakan berlangsung dalam dua hari. Sebab, dua hari sebelumnya kedaan tanaman kacang masih dalam kondisi baik. (D.Iskandar)

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 02.45

Minggu, 16 November 2014

Kota Sukabumi Terus Dorong Peningkatan Potensi Unggulan

SUKABUMI KOTA - Lensa nasional
Pemerintah Kota Sukabumi mendorong usaha kecil agar tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi. Untuk mencapai tujuan itu, telah dirancang program agar potensi unggulan terus bermunculan.

Hal itu dikatakan Sekda Kota Sukabumi, M.Hanafie Zain ketika menjadi pembicara pada Rapat Kordinasi (Rakor) Grand Strategi Peningkatan Daya Pengembangan Potensi-potensi Ekonomi Unggulan Kota Sukabumi di salah satu hotel di kawasan Salabintana, Sukabumi, Selasa (30/9).

Hanafie mengatakan, ada beberapa  program yang segera  direalisasikan untuk menumbuh kembangkan potensi ekonomi unggulan di Kota Sukabumi, diantaranya rencana mendirikan pengolahan daging hewan ternak.

Rencana itu sesuai dengan skema Pemerintah Propinsi Jawa Barat yang mengarahkan Sukabumi dan Cianjur sebagai industri peternakan. Mengingat lahan Kota Sukabumi yang sangat terbatas, kata Hanafie. Pemkot Sukabumi mengambil kebijakan hanya membangun industri pengolahan daging ternak.“Kota Sukabumi hanya sebagai holding company (perusahaan induk), sedangkan hewannya didatangkan dari luar daerah,” ujarnya.

Kebijakan itu katanya, bukan tanpa prosfek. Sebab, pangsa pasarnya sangat terbuka, mengingat  DKI Jakarta telah mengeluarkan kebijakan tidak menerima henwan hidup untuk konsumsi mulai tahun 2015. Untuk itu, persiapan infrastrukturnya harus segera disiapkan. “Peluang ini sedang disusun oleh Bappeda termasuk rencana infrastrukturnya, tempat pemotongan dan pengawetan dagingnya,” katanya.

Kemudian, Hanafi menerangkan Kota Sukabumi juga tengah mempersiapkan rencana strategis dibidang pertanian. Lahan pertanian akan dikembangkan sebagai lahan abadi yang memproduksi beras unggul yang tidak menggunakan zat kimiaatau pestisida, yakni pertanian yang berorientasi ramah lingkungan dengan pangsa pasar
ekspor dan ekonomi kalangan menengah dan atas.“Lahan pertanian sekitar 350 hektar yang tersisa akan ditanamai padi dengan pola organik. Karena dengan pola ini pangsa pasarnya harus ekonomi atas atau ekspor sesuai dengan saran dari Dinas Perdagangan dan Investasi Propinsi Jawa Barat,”ujarnya.

Pola itu, jelas akan memberi peluang untuk meningkatkan  kesejahteraan petani agar daya belinya semakin meningkat. Jika petani masih menggunakan pola konvensional, dikwatirkan tidak akan mampu bersaing dengan petani di daerah lainnya.

Sektor ini sudah tidak masalah, sebab Kota Sukabumi telah memiliki bibit unggul yang dikenal dengan Bulir Mas yang merupakan hasil inovasi Dinas Pertanian Kota Sukabumi. Bahkan, bibit ini telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Jawa Barat. “Bibit ini tinggal menunggu untuk mendapat sertifikat beras organic dari Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat,”jelasnya. (NENDI)

Baca Juga : Www.lensanasional.com

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 23.26