Irresponsible Journalism: Judul Berita Kalimat Tanya

JANGAN pernah tergoda untuk membaca berita yang judulnya berupa kalimat tanya atau menggunakan tanda tanya di akhir kalimatnya. Pasal...

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2014

PENDAKI PRAMUKA MUTIARA Episode. Curug Ci Mantaja


Kami memulai perjalana dari pukul 20:00 WIB,sebelum memulai kami berdo'a bersama terlebih dahulu. 
Diperjalanan kami melewati beberapa TPU(tempat pemakaman umum) dan pastinya kami melewati hutan belantara yg belum terjamah oleh penduduk sekitar.

Setelah kurang lebih 3 jam kami mendaki melewati jalan setapak yang licin dan akhirnya sampai juga ketempat tujuan,kami sampai di sana pukul 24:00 lalu kami segera mendirikan tenda dan memasak untuk makan bersama.

Mentaripun sudah terbit dan kamipun bangun dari tidur yang nyanyak,segera memasak air anget untuk ngopi bersama dan masak nasi.
Kami bergegas menuju Curug Cimantaja, perjuangan kami terbayar oleh keindahan pesona Curug Cimantaja yang memukau para penikmatnya,disana kami berfoto bersama.

Setelah puas dengan pemandangan Curug Cimantaja kamipun kembali ke tenda untuk sarapan pagi bersama.Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama.
Cintai Alam,alampun Akan Mencintai Kita.

Penulis : Pandi Ibnu Endang

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 13.51

Selasa, 18 November 2014

Kwaran Nyalindung Gelar Pekan Orientasi Saka Wirakartika

Sukabumi, KSS- Kwartir Ranting Kecamatan Nyalindung gelar Pekan Orientasi Saka Wirakartika. Dengan Motto Juang “Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan” bertempat di Bumi Perkemahan Padepokan Hati Suci Desa Sukamaju Kec. Nyalindung Kab. Sukabumi, Minggu pekan lalu.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Penegak dan Pandega, terdiri dari Sangga Madrasah Aliyah Peduli Lungkungan Hidup Nyalindung, SMA Negeri 1 Nyalindung, Madrasah Aliyah Nurrohman, Madrasah Aliyah Manbaul-ulum, SMK Wira Utama Nyalindung, Madrasah Aliyah Nurul Hikmah, dan Dewan Kerja Ranting (DKR) Kec. Nyalindung.
Komandan Rayon Militer 2208 kec. Nyalindung Kapten Inf. Sudaryo, selaku Pembina Satuan Kerja (Saka) Wirakartika Kec. Nyalindung, berkenan membuka dan meresmikan kegiatan pekan orientasi saka wirakartika. 

Dalam amanatnya menekankan, bahwa Pramuka itu mutlak harus memiliki jiwa Patriot yang sopan dan kesatria, berbudi luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,  dan patuh terhadap peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, menghormati serta melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan Undang Undang Dasar l945, disiplin dalam bertindak serta patuh dan taat pada Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.
“Satu Indonesia Satu Pramuka, Satu Suara NKRI Harga Mati” Demikian tekad peserta orientasi Saka Wirakartika Kwaran Kec. Nyalindung, sebagaimana diungkapkan Ketua Ranting Gerakan Pramuka setempat, Dedi Suryadi,S.Pd. dengan adanya kegiatan pekan orientasi, pihaknya berharap pada seluruh warga masyarakat mengenal secara gamblang tentang makna dan arti penting memahami serta ikut andil mengembangkan Gerakan Pramuka di bumi pertiwi ini.

Seraya Dedi Suryadi menambahkan, bahwa gerakan Pramuka dapat membangun karakter (carakter building red) manusia Indonesia yang seutuhnya, menciptakan genersi yang mandiri, patuh dan taat pada aturan serta dapat menepati janji terhadap Tri Satya dan Dasa Darma, yang pada gilirannya bisa menciptakan satu kesatuan yang kokoh dan kuat tidak mudah untuk dihancurkan. (adang/usep)

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 16.58

Senin, 17 November 2014

Puluhan Siswa SD Disukabumi Dapat Dana CSR Indomart


SUKABUMI - Puluhan siswa sekolah dasar (SD) tidak mampu berprestasi di sukabumi, Jawa Barat, Jum'at (14/11/2014) menerima dana CSR dalam bentuk beasiswa dari Pt Indomarco Prismatama (Indomart) yang di berikan secara simbolis oleh Bupati Sukabumi, H Sukmawijaya di Gedung PLUT (Pusat Latihan Usaha Terpadu) Cikembar.


Pemberian beasiswa tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial Pt Indomarco Prismatama (INDOMART) kepada masyarakat sebagai perwujudan Corporete Sosial Responsebility (CSR).

" Ada 30 siswa SD yang saat ini kami berikan beasiswa," Kata Heri Soemantri selaku Assisten Manager Pt. Indomarco Prismatama.

Menurut Heri, Ke 30 siswa itu berasal dari Enam SD Negeri yang ada di dua wilayah kecamatan yaitu, Kecamatan Cikembar dan Warungkiara.

Ke Enam sekolah itu antara lain, SDN Kebonwaru Cikembar, SDN Sentral Warungkiara, SDN Karet Alam Warungkiara, SDN Gunung Geulis Cikembar, SDN Cimanggu Cikembar dan SDN Kebon Jeruk Sukamulya.

Dari masing-masing sekolah itu ada lima siswa yang kami berikan beasiswa dengan besaran sekitar Rp. 400 ribu persiswa.

Program CSR indomart yang ada di Kabupaten Sukabumi ini adalah sebagai bentuk kepedulian sosial kami terhadap masyarakat yang setiap tahunnya kami laksanakan. Dan ini merupakan perwujudan kami dalam mengimplementasikan realisasi dana CSR kami di Pt. Indomarco Prismatama, pungkas Heri Soemantri yang saat itu di dampingi oleh kepala Indomaret Cabang Bogor Suharsan

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 14.23

Orang tua harus konsisten batasi "gadget" untuk anak


Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo berpendapat orang tua harus konsisten dalam menerapkan aturan ketika memberi "gadget" untuk anaknya.


"Perlu ada konsekuensi, misalnya kalau melanggar, tidak boleh main dulu," kata Vera di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan anak-anak yang lahir pada tahun 90-an umumnya lebih akrab dengan gadget sehingga kesenjangan pengetahuan antara orang tua dan anak kerap membuat orang tua cemas.

Untuk itu, kata dia, orang tua harus benar-benar mempertimbangkan fungsi gadget dengan kebutuhan.

"Kalau gadget untuk memantau anak sudah sampai di mana, beri yang sesuai untuk itu," katanya.

Sebelum gadget sampai ke tangan anak, ia menyarankan perlu ada aturan main yang disepakati bersama, misalnya kapan dan berapa jam anak boleh menggunakan gadgetnya, berapa pulsa yang akan dibelikan dalam sebulan. (Baca : Anies : "jangan tanya anak "kalau besar mau jadi apa?" )

Ia menegaskan aturan tersebut harus sudah disepakati sebelum gadget diberikan kepada anak agar anak mau memperhatikan kesepakatan tersebut.
Orang tua harus konsisten batasi "gadget" untuk anak
Orang tua juga harus memberikan contoh dalam penerapan kesepakatan penggunaan gadget tersebut.

Ia mencontohkan, bila telah menyepakati aturan tidak boleh menggunakan gadget saat waktu makan, orang tua juga harus ikut meletakkan gadget miiliknya.

Menurut dia, gadget dan internet memiliki dampak positif dan negatif bagi anak.

Dengan alat tersebut, anak dapat mengasah kemampuannya dalam bidang teknologi, misalnya berkarya dengan foto maupun blog.

Selain itu, melalui permainan elektronik, anak juga dapat belajar bahasa asing, belajar memecahkan masalah dan meningkatkan kemampuan visual sehingga memacu anak untuk lebih teliti.  (Baca : Kunci pendidikan : orang tua, guru, kepala sekolah )

Tetapi, bila anak terus-menerus bermain gadget, alat tersebut hanya mengasah otak kiri sehingga anak akan cenderung apatis saat berinteraksi.

Penggunaan gadget dan internet berlebihan juga dapat memicu stres dan kekerasan di dunia maya.

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 12.43

Minggu, 16 November 2014

Menteri Anies: Pendidikan Harus Jadi Sesuatu yang Membahagiakan

Anies Baswedan memilih mendengarkan langsung laporan dari siswa yang mengalami kendala dalam pengajaran kurikulum 2013.
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar-Menengah Anies Baswedan berniat mengubah pola pikir para peserta didik dan orangtua murid yang menganggap pendidikan adalah penderitaan. Sebab saat ini, masih banyak anak-anak putus sekolah akibat biaya pendidikan yang cukup tinggi dan intensitas belajar di sekolah yang kian membenani.

"Pendidikan harus jadi sesuatu yang membahagiakan. Kalau pendidikan jadi penderitaan, itu mengerikan sekali," kata Anies di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Rektor Universitas Paramadina ini menjelaskan, jika pendidikan masih dianggap sebagai sesuatu hal yang menyulitkan, maka negara tidak dapat melahirkan generasi penerus yang andal.

"Kapan kita bisa menghasilkan anak-anak pembelajar kalau belajarnya adalah penderitaan? Itu nggak boleh," ucap dia.

Untuk itu, ia berencana mengubah konsep metode pembelajaran dan pengajaran di sekolah, sehingga para peserta didik dan orangtua tidak lagi menganggap bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang membebani.

"Kementerian ini harus memunculkan konsep dan metode bahwa pendidikan itu menyenangkan, mencerahkan. Pendidikan bukan sesuatu yang membebani,
 Baca selengkapnya di http://news.liputan6.com

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 12.29

Kreatifitas anak kls 4 bikin pigura...








Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 04.37

Selasa, 14 Oktober 2014

Anak SD keroyok teman, Fahri Hamzah tagih revolusi mental Jokowi


 Video kekerasan yang dilakukan sejumlah anak SD yang mengeroyok temannya di dalam kelas membuat banyak pihak prihatin. Termasuk Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang mengecam aksi kekejaman yang dilakukan siswa terhadap teman wanitanya.


Fahri mengaku sudah menonton aksi brutal tersebut. Dia kaget, hal itu terjadi justru jauh dari ibukota yakni di Bukittinggi, Sumatera Barat.

"Terus terang saya dan istri saya kaget dan terbelalak bisa ada fandalisme dan premanisme pada level anak-anak SD. Membuat kita harus berfikir agak mendalam apa yang terjadi, kolektif anak-anak Indonesia yang jauh di sana Bukittinggi tiba-tiba ada kekerasan semacam itu," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/10).



Fahri kaget karena di desa-desa seperti Bukittinggi itu mengedepankan budaya yang agamis. Akan tetapi, yang terjadi dalam peristiwa ini justru sebaliknya, terjadi aksi kekerasan.


"Tanpa berpijak pada kultur mengaji sore hari pergi ke surau dalam novel-novel itu sudah tidak keluar lagi sehingga tiba-tiba anak secara kolektif lihat di sudut kelas dia aniaya tanpa rasa iba sambil divideokan ini luar biasa," tegas dia.


Menurut Fahri, bukan hanya pemerintah daerah Bukittinggi yang harus bergerak menangani kasus ini. Pemerintah provinsi Sumatera Barat juga diminta untuk mengantisipasi dan memberikan penyuluhan kepada anak-anak agar tak ada lagi hal serupa terjadi.


"Paling tidak secara teknis ditangani pemerintah Bukittinggi tapi dari sisi support pemerintah provinsi," terang dia.


Oleh sebab itu, Fahri meminta agar revolusi mental yang digembor-geborkan Jokowi harus segera dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi hal serupa terjadi.


"Kalau saya jadi Pak Jokowi yang dia sebut revolusi mental itu harus mulai dia jabarkan," imbuhnya.


Fahri juga berharap agar revolusi mental yang dijanjikan Jokowi tidak hanya dijadikan sebagai alat pencitraan saat kampanye pilpres dulu.
Sumber: https://id.berita.yahoo.com

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 17.11