Irresponsible Journalism: Judul Berita Kalimat Tanya

JANGAN pernah tergoda untuk membaca berita yang judulnya berupa kalimat tanya atau menggunakan tanda tanya di akhir kalimatnya. Pasal...

Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2014

Dukung Pemerintahan Kudeta, Inggris Serukan Warganya Kunjungi Mesir

Departemen Luar Negeri Inggris menghimbau warganya untuk tetap mengunjungi Mesir dan tidak merubah paket liburan mereka, ditengah penutupan Kedutaan Besar Inggris di Kairo untuk alasan keamanan.

Seperti dilansir surat kabar The Telegraph Inggris, menyatakan bahwa Kantor Luar Negeri Inggris menyarankan warganya untuk mengikuti standar keselamatan dan keamanan normal dan tidak perlu takut atas kebijakan penutupan Kedutaan Besar Inggris di Kairo dalam beberapa hari terakhir.

Kantor Kedutaan Besar Inggris di Kairo sendiri telah menyebarkan nomor telepon yang dapat dihubungi sejak beberapa hari terakhir, jika nantinya warga Inggris menghadapi suatu masalah di Mesir.

Selain itu Kantor Luar Negeri Inggris meminta warganya untuk tidak mendekati perbatasan Libya dengan Mesir dan Sinai Utara, dikarenakan situasi keamanan yang tidak kondusif di wilayah tersebut.


Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 05.07

Selasa, 18 November 2014

Novel “Akulah Istri Teroris” Perlawanan Abidah Terhadap Stigma Teroris

Belum lama ini Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Adab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN) Yogyakarta bekerjasama dengan Solusi Publishing, menyelenggarakan peluncuran dan bedah buku berjudul “Akulah Istri Teroris” karya Abidah El Khalieqy.

Acara ini tidak hanya dihadiri para mahasiswa, namun juga dihadiri beberapa tamu undangan dari Pengurus IMM Cabang Sleman, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan masyarakat umum. Acara yang dimulai pukul 09.30-11.30 WIB ini diadakan di Teatrikal Perpustakaan UIN Jogja dengan menghadirkan narasumber utama yaitu Abidah El Khalieqy selakupenulis novel.

Di awal acara, Evi Idawati, sastrawan muda peraih penghargaan SastraJogja Perdana, yang bertindak sebagai moderator, memulai acara bedah buku dengan memperkenalkan seluk beluk penulis yang merupakan kakak kelasnya di Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Abidah terdorong menulis novel dengan tema yang mengundang antusiasme masyarakat karena tawaran dan tantangan dari sahabatnya, untuk menulis nasib para istri-istri tertuduh kasus terorisme dalam perspektif kaum perempuan.

Dari pernyataan singkat sahabatnya tersebut, anak keempat dari tujuh bersaudara pasangan suami-istri Abdul Khaliq dan Misnawati ini kemudian tergerak untuk memenuhi permintaan dari kawan lamanya.

Pada awalnya, novelis yang merupakan Alumnus Pondok Pesantren Putri Modern Persis, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur itu sempat ragu karena dirinya merasa tidak menguasai persoalan dan isu tentang terorisme, khususnya yang terjadi di Indonesia.

“Jika diprosentasekan, pada saat itu, saya baru mengetahui masalah yang berkecamuk seputar isu tersebut, sekitar 10 persen saja, tidak lebih”, aku penulis Novel Perempuan berkalung Sorban ini.

Lantas, novelis yang kini tinggal di Kota Budaya, Yogyakarta ini melakukan penelitian pustaka terkait dengan kasus terorisme.

Abidah menyelesaikan tulisannya, dia memutuskan untuk melakukan penelitian lapangan ke daerah Poso, Sulawesi Tengah.
Di antara hasil penelitiannya ini, ia mendapatkan kenyataan, bahwa ternyata para terduga kasus terorisme, secara umum dari segi fisiknya, tidaklah pantas untuk disebut atau dicap teroris.

“Kebanyakan dari mereka memiliki perawakan tubuh kecil, penampilannya sederhana dan sikapnya pun santun. Yang pantas dianggap teroris adalah Densus 88, yang memiliki badan besar, bicaranya keras, sikapnya kasar dan terlihat sangar. Pun, demikian halnya dengan para istri mereka. Mereka adalah perempuan santun, lembut dan sangat baik hati. Sungguh amat sangat salah jika masyarakat mengecam dan mengecek mereka dengan istilah ninja (hanya karena mereka memakai cadar), apalagi penyebutan istri teroris, wanita kejam ataupun ejekan lainnya,” tegasnya.

Dari hasil reportasenya, Abidah menyimpulkan bahwa ada grand design (rancangan besar) dari pihak tertentu di balik peristiwa isu terorisme di Indonesia. Setidaknya bertujuan untuk memojokkan, dan mengidentikkan Islam sebagai agama teroris, keras, ekstrem dan radikal.

Saat ditanya seorang peserta saat sesi tanya jawab, siapakah pihak tersebut, ia pun tidak menyebutnya.

“Melalui novel ini, saya ingin melakukan destigmatisasi (menghapus stigma) bahwa Islam itu identik teroris, atau mereka yang bercadar itu istri para teroris,” ujarnya.

Melalui novelnya pula, ia ingin membuka kesadaran semua pihak dan elemen, baik pemerintah, aparat kepolisian, masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum bahwa perempuan istri terduga kasus terorisme adalah makhluk Sang Pencipta yang juga harus dimanusiakan. Sebab mereka adalah seorang wanita, memiliki anak sekaligus anggota masyarakat yang ingin disikapi sebagaimana lainnya.

“Mereka semestinya lebih mendapatkan perhatian dan kepedulian dari semua pihak atas kejadian yang mereka alami. Bukan malah mendapatkan stigma sebaliknya,” keluh penyair kelahiran Jombang tersebut.

Dalam novel ini, Abidah mengisahkan kehidupan sehari-hari tokoh utama bernama Ayu. Ia mendapat perlakuan diskriminatif hanya karena suaminya terduga kasus terorisme. Ayu mendapat pandangan sinis bahkan dikucilkan para tetangganya.

Dengan diterbitkannya buku ini, Abidah berharap ada perubahan sikap di masyarakat dalam melihat istri terduga kasus terorisme.

“Setiap orang bebas untuk memilih jalan hidupnya, dia mau berpakaian tertutup, bercadar, atau terbuka. Kita tidak boleh men-stigma macam-macam hanya karena dia bercadar,” harapnya.*/Asep Setiawan (Yogjakarta)

Baca juga di :http://www.hidayatullah.com


Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 17.34

Rabu, 14 Mei 2014

JAGA 7 SUNNAH RASULULLAH SAW .(seputar islam)

JAGA 7 SUNNAH RASULULLAH SAW ..
Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.
Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi (rindukan?) mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

1. Tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajudnya.

2. Membaca Al-Qur'an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

3. Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu Subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin, tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

4. Jaga shalat Dhuha, karena kunci rezeki terletak pada shalat Dhuha.

5. Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

6. Jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, "Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah."

7. Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Zikir adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berzikir pula, oleh kerana itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya. Zikir juga merupakan makanan rohani yang paling bergizi, dan dengan zikir berbagai kejahatan dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme.
Semoga bisa diamalkan. Aamiin..

Aamiinkan doa ini saudaraku :

Allahumma ya ALLAH tanamkan di hati kami perasaan selalu rindu kepada-Mu, ingatkanlah selalu kami tentang dahsyatnya hari akhirat-Mu agar hamba tidak tertipu dengan kesenangan dunia sesaat ini, ya ALLAH, ya Tuhan kami, Penguasa hati kami, tetapkanlah hati kami dalam taqwa dan istiqomah agar tetap dijalan-Mu sampai akhir hayat nanti...

Aamiin ya Rabbal'alamin..

Silahkan di Bagikan agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 17.05

Rabu, 30 April 2014

Bulan Rajab

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya
.
Alhamdulillah, kita sudah berada di bulan rajab, satu dari 4 bulan haram. Sangat ditekankan untuk meningkatkan amal-amal shalih dan meninggalkan segala maksiat. [Baca: Mengkhususkan Puasa di Bulan Rajab

Penanya yang dirahmati Allah, riwayat-riwayat menerangkan keutamaan puasa Rajab yang bombastis banyak tersebut. Namun secara umum, tidak ada dalil shahih tentang puasa khusus padanya -seperti para tanggul 1, 3, 7, dan seterusnya- untuk mengistimewakan bulan ini dengan meyakini keutamannya yang lebih besar dibandingkan pada bulan-bulan selainnya.
.
Memang terdapat hadits dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang menunjukkan anjuran berpuasa pada bulan-bulan haram (Rajab dan tiga bulan haram lainnya):
صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ
"Puasalah pada bulan-bulan Al Hurum (bulan Rajah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, -Penerj.) dan hentikanlah (beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali)." HR. Abu Dawud no. 2428 dan didhaifkan oleh Al-Albani dalam Dhaif Abi Dawud)
Hadits ini –jikapun shahih- menunjukkan anjuran berpuasa pada bulan haram. Maka siapa yang berpuasa pada bulan Rajab untuk menjalankan hadits tersebut maka ia juga harus berpuasa pada bulan-bulan haram selainnya, maka ini tidak apa-apa. Namun jika menghususkan pada bulan Rajab saja, maka tidak boleh. Wallahu a'lam.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: Adapun puasa Rajab secara khusus, maka hadits-hadits (yang menerangkannya) semuanya dhaif (lemah), bahkan maudhu' (palsu). Tidak ada ulama yang bersandar kepada hadits-hadits tersebut. Ini tidak termasuk dhaif yang boleh diriwayatkan dalam bab fadhail (keutamaan-keutamaan amal), tapi secara umum termasuk hadits-hadits maudhu yang dipalsukan. . .
Terdapat di dalam al-Musnad (Imam Ahmad) dan selainnya, satu hadits dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau memerintahkan berpuasa pada bulan-bulan haram: Rajab, DzulQa'dah, Dzulhijjah, Muharram. Maka ini tentang puasa pada empat bulan secara keseluruhan, tidak hanya menghususkan Rajab." (Diringkaskan dari Majmu' Fatawanya: 25/290)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: "Semua hadits yang menyebutkan tentang keutamaan puasa Rajab dan shalat pada beberapa malamnya adalah hadits dusta yang diada-adakan (dipalsukan)." (Lihat al-Manar al-Munif, hal. 96)

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 18.29

Jumat, 18 April 2014

Pendidikan agama sangat penting

Madrasah ibtidayah adalah sekolah yang berbasis agama dan dibawah naungan menteri agama. Agama sangatlah penting terutama untuk kebahagiaan didunia dan di akhirat, di zaman modern ini banyak orang yang kurang paham dengan agama, kalau menurut saya itu hanya terjadi dikota-kota besar karena mereka sudah terbawa arus modern dan pergaulan bebas.


  Berdeda halnya dengan di kampung, cibubuay khususnya masih berdiri sekolah agama yaitu Madrasah Ibtidayah, banyak anak-anak kecil maupun anak-anak yang sudah berumur 9 tahun untuk menuntut ilmu agama disekolah itu.

Mereka sangat antusias untuk menimba ilmu, menurut saya  ilmu agama harus ditanamkan semenjak dini kepada anak-anak, karena kalau orang itu sudah dewasa akan lebih sulit mengajarkannya, ada pepatah “kalau masih kecil ibarat menulis diatas batu, sedangakan orang dewasa ibarat menulis di atas air.”

Madrasah ibtidayah pun hampir sama dengan sekolah SD pada umumnya, namun letak perbedaanya sekolah SD kebanyakannya hanya ilmu yang bersifat Duniawi saja. Dan bukan hanya sekolah madrasah Ibtidayah saja yang mengajarkan agama kepada anak-anak yang ada dikampung cibubuay. Setiap sesudah shalat magrib biasannya anak-anak suka belajar mengaji al-quran dimushola.








Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 00.57

Selasa, 15 April 2014

Jangan Bersedih Atas Cercaan Orang

Cercaan, hinaan dan caci maki yang dilakukan oleh orang lain terhadap anda tidak akan mengurangi kehormatan anda dihadapan Allah, karena itu jangan bersedih. Hadapi ulah mereka dengan lapang dada. Jangan dibales caci maki mereka karena itu akan mengurangi kehormataan dihadapan allah maupun dihadapan masyarakat.
            Dalam hal ini Allah telah berfirman :” Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja”. (QS. Ali Imran :111) Dan firmanNya :” Dan janganlah bersedih hati terhadap apa yang mereka tipu dayakan”. (QS. An-Nahl:27). Dan firmannya yang berbunyi :” Dan janganlah kamu hiraukan gangguan-gangguan mereka dan bertaqwalah kepada Allah sebagai pelindung”. (QS. Al-Ahzab:48) kemudian firmanNya: “ Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakana”. (QS. Al-Ahzab:69)
            Sebuah hadits hasan menyebutkan bahwa Rasullulah pernah bersabda: “Janganlah kalian menyampaikan kejelekan-kejelekan sahabatku keadaku, sebab saya ingin keluar menemuimu dalam keadaan dada yang bersih”

   Dr. AIDH AL-QARANI (Jangan Bersedih)

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 03.18

Minggu, 13 April 2014

Dosa Diampuni Karena Menolong Anak Kucing

Inilah rahasia dari Imam As-Syibli yang memliki nama Syeikh Abu Bakr Ibn Dulaf ibn Jahdar. Ia dikenal sebagai ulama sufi yang menghabiskan banyak waktunya untuk menimba ilmu dari berguru kepada banyak ulama dizamanya. Dengan ketaatan yang tinggi dalam hal ibadah, nyatanya tidak menjadi jaminan bahwa seorang bisa diampuni dosanya, seperti kisah Imam As-Syibli, kebaikan yang remeh pun bisa menjadi penolongnya.
            Imam As-Syibli dikenal juga dengan kesitiqomahanya dalam beribadah dan serta shalat puasa. Akan tetapi, dari sekian banyak amal ibadah yang dilakukan Imam As-Syibli semasa hidup, hanya satu amalan yang menurut orang lain ringan, yang dapat menghapus dosa As-Syibli dan berhasil meraih ampunan Allah SWT.
            Di dalam kitab Nasahih Al Ibad karya Syeikh Imam Nawawi Al-Bantani dikisahkan, setelah sekian waktu lamanya Imam As-Syibli wafat ada seorang temanya yang memimpikanya. Dalam mimpinya itu terlihat Imam As-Syibli Nampak mendapat nikmat kubur.
            “Wahai Imam As-Syibli, apa yang diperbuat Allah swt kepadamu ?
Tanya temanya.
            “Allah telah menempatkan ditempat yang mulia,” jawab Imam As-Syibli.
            “Tolong beritahu aku amal apa yang engkau perbuat sehingga mendapatkan kemuliaan itu ?” pinta temanya.
       Imam As-Syibli pun bercanda bahwa dirinya pernah ditanya Allah SWT tentang amal yang membuat ampunan datang kepadanya. Imam As-Syibli menjawab kalau dirinya telah melakukan amal baik dan ikhlas dalam beribadah. Akan tetapi, jawaban itu disangkai oleh Allah SWT.
      Imam As-Syibli pun lansung menjawab amalanya.
            “Mungkin karena ibadah hajiku, puasaku, dan shalatku,” kata Imam As-Syibli.
     Namun, lagi-lagi penyataan itu ditolak oleh Allah SWT. Imam As-syibli lantas mencoba mengingat-ingat amal baiknya lagi semasa hidupnya.
“Atau mungkin karena kelanggenganku dalam mencari ilmu,” tebakanya.
Pernyataan itu kembali di sangkal oleh Allah SWT hingga akhirnya ImamAs-Syibli menyerah. Ia kemudian berkata.
            “Ya Rabbi, semua itu adalah amalanku yang karenanya aku harap Engkau mau memaafkanku.”
       Kemudian Allah SWT berfirman,
       “Semua itu tidaklah membuatku mau mengampunimu.”
Imam As-Syibli lantas bertanya,
“Lalu, karena apa Engkau berkenan mengampuniku?
    Allah SWT berfirman.
     “Ingatlah engkau, ketika engkau berjalan di pinggiran kota Baghdad, engaku menemukan seekor anak kucing yang kedinginan dan merapatkan mengambil anak kucing itu dan memasukannya kedalam saku jubahmu agar ia terjaga dari kedinginan?”
            “Benar ya Allah,” jawab Imam As-Syibli/
              Allah SWT berfirman.
             “karena rasa kasihmu pada anak kucing itulah Aku berkenan mengampunimu.”
Imam As-Syibli bersyukur telah mendapatkan ampunan Allah SWT. Ia sendiri tak menyangka jika amal menolong kucing itulah yang mengantarkannya mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.
     Setelah mendapatkan penjelasaan itu, teman Imam As-Syibli sadar bahwa amal ibadah yang dilakukan di dunia ini tidak menjadi jaminan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Bisa jadi ampunan itu karena amal-amal lain yang mungkin ringan dan remeh untuk dikerjakan, seperti menolong hewan dan tumbuhan.
   

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 14.31