Irresponsible Journalism: Judul Berita Kalimat Tanya

JANGAN pernah tergoda untuk membaca berita yang judulnya berupa kalimat tanya atau menggunakan tanda tanya di akhir kalimatnya. Pasal...

Tampilkan postingan dengan label LINTAS KAMPUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINTAS KAMPUNG. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Desember 2014

Tradisi Musim Kemarau Desa Cibuntu

Sebentar lagi kita akan memasuki musim kemarau. Musim kemarau identik dengan angin kencang dan cuaca cerah serta jalan ngebul. Di Desa cibuntu gitu loooo. Masyarakat desa cibuntu ada tradisi Tradisi Permainan Manyer Kolecer (Kincir Angin)
pada musim kemarau. Sebelum melangkah jauh mengenai kolecer maka terlebih dahulu saya akan jelaskan pengertian Istilah manyer kolecer adalah sebagaimana bentuk fisiknya, kolecer yang sudah dibuat akan dipasang di atas tiang yang dibuat dari potongan batang bambu. Intinya pamanyer (tiang Pemancang) dalam bahasa Indonesia biasa disebut tiang Kolecer (tiang kincir)
Di luar negeri kincir angin digunakan untuk pembangkit tenaga listrik seperti di Jerman.

Kalau di pasar kita lihat banyak sekali model kincir angin terbuat dari plastic dan kegunaannya seperti : 
1. Menghiasi taman atau halaman rumah Anda 
2. Mainan untuk anak-anak
3. Kado ulang tahun anak 
4. Bingkisan atau oleh-oleh ulang tahun 
5. Menghiasi kantor atau cafe Anda

Tradisi Permainan Manyer Kolecer (Kincir)
Tradisi Permainan Kolecer (kincir) ini merupakan sebuah tradisi yang dapat dikategorikan sudah sejak lama ada dan tidak dapat diketahui kapan munculnya tradisi tersebut. Hal yang paling umum dalam tradisi ini adalah adanya suara kolecer (kincir) yang bersuara bermacam-macam. Ada yang berbunyi TILIL TILIL TILILLLLLLLLLLLLL JELEGUR (persi kampung lembur sawah). Ada juga istilah bahwa suara kolcer itu sangat Indah, sebab ada suara nyeguknya.Bentuk fisik kolecer tersebut sebenarnya sangat sederhana, namun pada dasarnya sulit dalam proses pembuatannya. Kerumitannya yang paling urgen adalah prinsip keseimbangan dalam membuat bentuk kolecer/kincir itu sendiri. Bahan yang digunakan biasanya dapat dari bahan kayu dan dapat pula menggunakan bambu. Yang paling umum adalah penggunaan bahan kolecer / kincir dari kayu (pohon).

Masyarakat penggemar kolecer biasanya dari semua usia mulai dari anak-anak hingga orangtua. Anak-anak biasanya menggunakan kolecer yang dibuat dari bahan bambu, sedangkan kolecer yang dibuat dari bahan kayu/pohon bisanya digunakan oleh orangtua. Dalam hal ini dapat dimaklumi, karena memang sesuai dengan tingkat kesulitan dan kerumitannya dalam proses pembuatannya. Hingga saat ini tradisi manyer kolecer masih bertahan dan masih digandrungi oleh semua kalangan di tengah masyarakat Desa Cibuntu. 
Seniman warga desa cibuntu pengrajin kolecer
1. Di Cibubuay Mang Eden
2. Di Ci Tegal Bah Wasi
3. Di Ci Jolang Mang Mimin
4. Di Ci Bayur H. Angi (Alm)
5. Di Lembur Sawah Mang Oleh Saebah, H. Ahmad dan mang Gunawan
6. Di Cibuntu Mang Jae
7. Di Tegal Ruamin Si Kama
8. Babakan Sirna H. Lalon
Nach wargi sada upami hoyong liburan di musim kemarau manga liburan ka desa Cibuntu terus moe dan nyeungir sambil ningalikeun sareung ngareungeukeun suara kolecer. (irfan)

Baca selengkapnya.. www.Desacibuntu.blogspot.com

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 17.39

Jumat, 12 Desember 2014

Warga Simpenan Rindukan Perbaikan Jalan

PALABUHANRATU, (PRLM).- Masyarakat lima desa di Kecamatan Simpenan merindukan perbaikan jalan untuk mendukung perekonomian warga sehari-hari. Pasalnya, jalan tersebut telantar tak tersentuh perbaikan sejak 2006 lalu.

Berdasarkan pantauan "PRLM", Senin (6/10/2014), akses Jalan Mekarasih yang menghubungkan Desa Cidadap, Cibuntu, dan Desa Mekarasih sepanjang 8 km rusak berat dari panjang jalan 12 km. Jalan yang melewati tiga desa tersebut juga merupakan jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Warungkiara dan Kecamatan Simpenan.

Di samping itu, jalan yang menghubungkan dua desa, yaitu Desa Loji dan Desa Sangrawayan, dari panjang jalan 8 km, 4 km dikategorikan rusak parah. Padahal, jalan tersebut menuju objek wisata Pantai Loji dan Kuil Kwan Im.

Jula (42), warga Kampung Tarisi, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, mengaku, rusaknya jalan sudah berlangsung bertahun-tahun sejak 2006. "Kerusakan diperparah dengan kendaraan berat yang sering melintas setiap hari," ujarnya.

Menurut dia, kondisi jalan yang rusak sangat merugikan masyarakat. Kendati jarak dari Desa Cidadap hanya sekitar 12 km, tetapi waktu tempuhnya bisa 1 jam. "Kendaraan juga cepat rusak. Saat kemarau gini berdebu. Kalau datang musim hujan juga berbahaya. Licin banget," tuturnya.

Camat Simpenan Ahmad Munawar mengatakan, jalan tersebut memang harus diperbaiki agar roda perekonomian warga lancar. Pembangunan infrastuktur pun menunjang peningkatan indeks pembangunan manusia di Kecamatan Simpenan.

"Kalau jalan bagus kan, perdagangan warga lancar. Arus barang pertanian warga pun bisa lebih cepat," ujarnya.

Akan tetapi, adapun perbaikan di jalur tambahan oleh PNPM berupa pembetonan dari Kampung Cisantri ke Kampung Pamipiran Desa Mekarasih. Itu pun hanya beberapa ratus meter.

Oleh sebab itu, kata Ahmad, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga agar ada perbaikan. Dia menyebutkan bahwa perbaikan kemungkinan dimulai tahun depan.

"Katanya (Bina Marga) tahun 2015. Saya dengar ada Kamis ini dewan akan hearing (dengar pendapat). Tergantung dewan. Jika disetujui bisa tahun ini atau ditunda lagi," ujar camat yang menjabat sejak 2012.

Kepala UPTD Wilayah IV Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Sukabumi Abas menyebutkan, perbaikan Jalan Mekarasih yang menghubungkan Desa Cidadap, Cibuntu, dan Desa Mekarasih sudah diajukan. Begitu pula jalan penghubung Desa Loji dan Desa Sangrawayan.


"Semuanya sudah diajukan untuk diperbaiki. Mudah-mudahan tahun 2015 terlaksana. Namun, itu tergantung keputusan dewan. Jika perbaikan yang diajukan 8 km, tapi yang disetujui hanya sepanjang 2 km, berarti ya segitu yang dilaksanakan," ujarnya. (Asep Budiman/A-108)***

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 14.13

Sabtu, 22 November 2014

Forensik Polda Jabar ungkap kematian Karsih warga Kecamatan Nyalindung Kab Sukabumi

Sukabumi –Kematian Karsih  (55) warga Kp.Ciangsana RT03/03 Desa Kertaangsana kec, nyalindung -sukabumi  yang diduga di aniaya masih dalam pengusutan Polisi Sektor Nyalindung .Untuk mengungkap akibat kematian perempuan setengah baya itu , Forensik Polda Jawa Barat ,Jum at kemari (21/11) melakukan otopsi diKamar mayat RSUD Sekarwangi Cibadak pada pukul 23.00.malam

Karsih Binti bai (55) meninggal  tidak wajar tepatnya Jumat (21/11) sekitar jam 13.00 siang ditemukan dikamar nya  oleh anaknya  yanti (30),Dia   menemukan ibunya sudah dalam keadaan  meninggal dengan tidak wajar lantas  melapor ke  kepolisi ,selanjutnya jenajah Karsih  dievakuasi dan dibawalah ke RSUD .Sekarwangi untuk dilakukan otopsi .

Yanti yang ditemui  di RSUD mengatakan bahwa ibunya seorang janda  mempunyai anak 3, Dedah, yanti, dan Susi, Semuanya sudah berkeluarga
Empad supriatna (45) adik kandung korban,menambahkan bahwa   karsih  pernah cekcok dengan menantunya Saef suami yanti anak ke dua karsih , karena anaknya
( yanti)  sering dipukul dan dianiaya suaminya (Saef)  makanya Karsih menegurnya  peristiwa  sebulan yang lalu  ” Bahwa kaka Saya  meninggal secara tidak wajar makanya kami ingin sekali mengungkap apa  masalahnya ,kalau ada yang membunuh siapa pelakunya “ Ucapnya .

Lebih lanjut Empad mengatakan bahwa Kecurigaan timbul karena   dikasur banyak berceceran darah dan Korban alam dkeadaan telungkup tidak menggunakan celana tetapi  memakai pakaian atasan saja dan   mata kanan-kiri lebam. Menurutnya.
Kanit reskim polsek nyalindung polres sukabumi Bripka Yadi Afriadi.Spd  mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidi kasus kematian Karsih ini .
Sementara  BIDDOKKES Polda Jabar Dr.Nurul Aida S.Pf menjelaskan  Bahwa korban Karsih binti bai mengalami luka dibagian kepala dan ditangan luka, tuturnya



Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 20.51

Jumat, 21 November 2014

Sopir Angkot Jurusan Cibadak - Cicurug Mogok Massal, Pelajar Terlantar

SUKABUMI - Aksi mogok massal yang dilakukan ratusan sopir angkutan perkotaan 09 jurusan Cibadak - Cicurug, Jumat (21/11/2014) pagi. Membuat sejumlah pelajar yang mempergunakan jasa angkutan di ruas jalan tersebut menjadi terlantar.

Hasil pantauan di sejumlah titik lokasi jalur Cibadak -Cicurug hingga ke Benda.
Nampak para pelajar harus rela berjalan kaki menuju sekolah maupun sebaliknya, bahkan tidak sedikit pelajar yang mengurungkan niatnya untuk berangkat sekolah.

Meski petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sukabumi telah melakukan berbagai upaya mengerahkan bantuan angkutan alternatif untuk mengangkut para penumpang. Namun disaat bubaran anak sekolah, angkutan alternatif tersebut tidak ada.

"Sejak pukul 06.00 WIB, kami langsung memberikan bantuan angkutan alternatif kepada para penumpang yang terlantar," kata Asef Saefullah salah satu petugas pelaksana Lalu Lintas di UPTD Dishubkominfo Cicurug.

Bahkan tidak hanya penumpang pelajar saja yang kita bantu.Tapi banyak juga penumpang yang lainya seperti karyawan dan penumpang biasa yang kita berikan bantuan," ungkapnya.

Sementara itu, Dadang Sopandi salah satu tokoh masyarakat Cicurug menanggapi bahwa hasil pantauan dirinya di lapangan. Sepertinya pemerintah daerah kurang tanggap dan kurang antisipasi atas dampak kenaikan harga BBM ini.

Seharusnya mereka turun untuk menanggulangi masalah ini, "yang terpenting adalah menyelamatkan kegiatan belajar mengajar, para pelajar dan mahasiswa," ujarnya.

Lanjut Dadang mengatakan, coba anda lihat disaat jam bubar sekolah tadi pukul 11.30 WIB. Di jalan banyak anak sekolah yang pulang dengan berjalan kaki. Meski mereka tau jarak yang mereka tempuh lumayan cukup jauh." Mana coba angkutan alternatif yang disediakan Pemkab Sukabumi untuk mengatasi masalah ini," ungkapnya

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 22.21

Selasa, 18 November 2014

Dinas Perpustakaan Kabupaten Sukabumi dan CSR Cocacola Bagikan Komputer Ke Desa-Desa

SUKABUMI - Dinas Perpustakaan Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan CSR Cocacola pondation berbagi komputer kepada Desa dalam program Perpus Seru, acara tersebut berlangsung di gedung Perpustakaan Kabupaten Sukabumi kawasan Gelanggang Pemuda Cisaat Sukabumi, (18/11).

Tujuan pemberian komputer tersebut yakni sebagai stimulan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat pemebelajaran masyarakat berbasis teknologi.

Menurut pustakawan Dinas Perpustakaan Kabupaten Sukabumi Dedi Mulyadi, dalam pemberian komputer tersebut langsung diserahkan oleh kepala dinas yang diwakili kepala BPMPD. 

"Kuota dari pihak Cocacola foundationnya kan hanya lima desa yang lulus seleksi. Kelima Desa tersebut dilihat dari keaktifan dalam pembinaan perpustakaan," (19/11).

Adapun Desa yang mendapatkan bantuan tersebut yakni, Desa Sukaraja Kecamatan Sukaraja, Desa Sukasari Kecamatan Cisaat, Desa Karang Tengah Kecamatan Cibadak, Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug, dan Desa Batununggal Kecamatan Cibadak. "Bantuan yang didapat oleh Desa-desa itu yakni tiga unit komputer, UPS satu unit, TI software (antivirus)," terangnya.

Ini diperuntukan bukan untuk Staf atau Kades. Akan tetapi,  ini untuk masyarakat yang memang perlu adanya peningkatan dalam bidang IPTEK. Diharapkan juga pihak perpusatkaan ditingkat Desa bisa menambahkan pememasangan internet. Sebab, dengan adanya jaringan tersebut pun bisa menambahkan wawasan bagi masyarakat. "Mudah-mudahan sih pihak perpustakaan Desa bisa memasang wifi atau modem lah agar ada akses internetnya dan tanpa membebani pada masyarakat untuk pembayaran nya " harap Dedi.

"Bagi Desa yang melanggar komitmen, komputer tersebut akan kami tarik kembali. Bahkan pada tanggal 1-8 Desember yang akan datang, kami akan mengadakan pelatihan terhadap masyarakat dalam pembelajaran penggunaan komputer terlebih dahulu," pungkasnya

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 23.13

Urbanisasi

Ilustrasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi merupakan masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan social kemasyarakatan.

Faktor penyebab warga desa melakukan urbanisasi.
 Lapangan Pekerjaan di kota lebih beragam.
Fasilitas social dikota lebih memadai
Kota berpotensi sebagai tempat pemasaran
Tinggkat upah dikota tinggi
Kota merupakan tempat yang lebih menguntungkan  untuk mengembangkan jiwa (bakat) dan pengetahuan (sekolah)
Kehidupan dikota lebih modern dan mewah.
Sarana prasarana kota lebih lengkap
Banyak lapangan pekerjaan dikota,

Sedangkan faktor pendorong terjadinya urbanisasi, diantaranya
Lahan pertanian semakin sempit
Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya.
Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
Terbatasnya sarana perasarana di desa
Tingkat upah relative rendah.
Memiliki impiam yang kuat menjadi orang kaya

Sedangkan keuntungan dari urbanisasi tersebut diantaranya:
Memoderenisasikan warga desa
Menambah pengetahuan warga kota
Menjalin kerja sama yang baik antar warga suatu daerah.
Upaya penanggulangan masalah urbanisasi,
Mengembangkan industry kecil dan industry rumah tangga di desa.

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 17.41

Minggu, 16 November 2014

Palabuhanratu

SUKABUMI - Kepala Kelurahan Palabuhanratu memastikan bahwa Stasiun Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Cipatuguran, Kelurahan / Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, di duga menggunakan sumur Air Bawah Tanah (ABT) ilegal atau tidak berizin.

Hal tersebut dikatakan Lurah Palabuhanratu, Latifah Triana kepada Lensa Nasional, usai melakukan pemanggilan terhadap pengelola PT. Jawa Suisan di kantor Kelurahan Palabuhanratu, Selasa (11/11/2014).

"Ada enam titik sumur ABT ilegal yang sudah di fungsikan untuk kebutuhan budi daya ikan sidat di tambak IPB itu," kata Lurah Palabuhanratu.

Menurut dia, ke enam titik lokasi sumur ABT ilegal itu sudah dioperasikan. Dan ketika ditanya, Perusahaan itu mengakui belum mengetahuinya kalau membuat sumur ABT itu harus terlebih dahulu menempuh proses perizinan, "Saat itu juga sudah langsung kami anjurkan untuk segera menempuh perizinan," ungkapnya.

Sementara itu, Manager operasional PT Jawa Suisan, Beny Sitanggang mengatakan pihaknya meminta maaf dan akan segera menempuh proses perizinan serta dalam waktu dekat akan mengumpulkan warga sekitar untuk berdialog dan mendengarkan keinginan warga. (Udas)

Baca Juga selengkapnya : http://www.lensanasional.com

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 23.19

Lurah Palabuhanratu Pastikan Stasiun Kelautan IPB Cipatuguran Gunakan ABT Ilegal

SUKABUMI - Kepala Kelurahan Palabuhanratu memastikan bahwa Stasiun Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Cipatuguran, Kelurahan / Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, di duga menggunakan sumur Air Bawah Tanah (ABT) ilegal atau tidak berizin.

Hal tersebut dikatakan Lurah Palabuhanratu, Latifah Triana kepada Lensa Nasional, usai melakukan pemanggilan terhadap pengelola PT. Jawa Suisan di kantor Kelurahan Palabuhanratu, Selasa (11/11/2014).

"Ada enam titik sumur ABT ilegal yang sudah di fungsikan untuk kebutuhan budi daya ikan sidat di tambak IPB itu," kata Lurah Palabuhanratu.

Menurut dia, ke enam titik lokasi sumur ABT ilegal itu sudah dioperasikan. Dan ketika ditanya, Perusahaan itu mengakui belum mengetahuinya kalau membuat sumur ABT itu harus terlebih dahulu menempuh proses perizinan, "Saat itu juga sudah langsung kami anjurkan untuk segera menempuh perizinan," ungkapnya.

Sementara itu, Manager operasional PT Jawa Suisan, Beny Sitanggang mengatakan pihaknya meminta maaf dan akan segera menempuh proses perizinan serta dalam waktu dekat akan mengumpulkan warga sekitar untuk berdialog dan mendengarkan keinginan warga. (Udas)

Baca Juga selengkapnya : http://www.lensanasional.com

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 23.15

DESA CIBUNTU

( Alam Yang Indah Penduduk Yang Ramah Tamah, Serta Beragam Ciri Khas Wisata Ala Desa Cibuntu ) 

Desa Cibuntu adalah nama Desa yang terletak di Propinsi Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Simpenan, Desa Cibuntu tidak Jauh dari Pantai laut selatan, atau (PALABUHAN RATU), Penduduk Desa Cibuntu di kenal dengan julukan Desa RAMAH TAMAH HANDAP ASOR, Mayoritas Desa Cibuntu Adalah beretani dan Pedagang, bila Anda berkunjung ke Desa Cibuntu , Rasanya tidak puas kalau Anda tidak mendatangi sebuah sungai yang dinakamakn oleh penduduk setempat "SUNGAI CI MANDIRI", Sungai yang jernih dengan pemandangan yang indah, Bila Anda yang hobi bermain ARUNG JERAM rasanya pas buat Anda untuk menguji nyali, Dan bagi Anda yang suka memancing, di Sungai Ci Mandiri juga mempunyai tempat khusus, lokasi yang extreme, masyarakat setempat menamakan lokasi itu "TANJAKAN DAHU", pokoknya bila Anda berkunjung kesana, di jamin Anda ketagihan, Desa Cibuntu juga menyediakan perahu kenceng, dimana perahu kenceng itu berperan untuk mengangkut para petani yang akan bekerja Kekebunnya, ada juga yang sengaja mempergunakan perahu kenceng itu untuk sekedar melihat pemandanag sekitar Sungai Cimandiri, Buat Anda yang mau mencoba menaiki Perahu kenceng, silahkan berkunjung ke Desa Kami, Setelah Anda mencoba maka kunjungan Anda akan menjadi kebanggan tersendiri, Setelah Anda puas dengan wahana Cimandiri, kemudian langkah kan kaki Anda untuk menuju HOT SPRING atau Air panas, (penduduk setempat biasanya menamakan "CIPANAS" ) rendamkan seluruh badan anda dan nikamti khasiatnya. sesudah mandi air hangat ala Cimandiri, maka rasa dahaga dan lapar akan terasa, Buat Anda yg berkunjung ke Desa Cibuntu Tak perlu hawatir, Di Desa Cibuntu ada yang menyediakan lesehan makanan ala Petani, tinggal pesan kemudian langsung di masak di tempat anda berwisata, dengan menu AYAM BEULEUM GANGANG, IKAN EMAS BEULEUM MINYAK KALAPA, SAMBEUL GOANG ala CIANGKREK, dll. nah yang beda dari lesehan Desa cibuntu cara makannya dari daun pisang. dan rasanya mempunyai KHAS tersendiri, Lesehan ini dinamakan LESEHAN KANG INCHU.( harganya sesuai dengan kantong anda) lesehan KANG INCHU mempunyai kesamaan dalam pelayanannya dengan Leseha  lainya , Pokoknya dijamin Anda Ketagihan. Bila Anda berkujung ke PALABUHAN RATU jangan lupa mampir ke DESA CIBUNTU dengan aneka wisata Petani, yang jarang ditemukan di tempat lain. Terimakasih

selengkapnya : http://desacibuntu.blogspot.com/

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 22.29

Tradisi Musim Kemarau Desa Cibuntu

Sebentar lagi kita akan memasuki musim kemarau. Musim kemarau identik dengan angin kencang dan cuaca cerah serta jalan ngebul. Di Desa cibuntu gitu loooo. Masyarakat desa cibuntu ada tradisi Tradisi Permainan Manyer Kolecer (Kincir Angin)
pada musim kemarau. Sebelum melangkah jauh mengenai kolecer maka terlebih dahulu saya akan jelaskan pengertian Istilah manyer kolecer adalah sebagaimana bentuk fisiknya, kolecer yang sudah dibuat akan dipasang di atas tiang yang dibuat dari potongan batang bambu. Intinya pamanyer (tiang Pemancang) dalam bahasa Indonesia biasa disebut tiang Kolecer (tiang kincir)
Di luar negeri kincir angin digunakan untuk pembangkit tenaga listrik seperti di Jerman.
Kalau di pasar kita lihat banyak sekali model kincir angin terbuat dari plastic dan kegunaannya seperti : 
1. Menghiasi taman atau halaman rumah Anda 
2. Mainan untuk anak-anak
3. Kado ulang tahun anak 
4. Bingkisan atau oleh-oleh ulang tahun 
5. Menghiasi kantor atau cafe Anda
Tradisi Permainan Manyer Kolecer (Kincir)
Tradisi Permainan Kolecer (kincir) ini merupakan sebuah tradisi yang dapat dikategorikan sudah sejak lama ada dan tidak dapat diketahui kapan munculnya tradisi tersebut. Hal yang paling umum dalam tradisi ini adalah adanya suara kolecer (kincir) yang bersuara bermacam-macam. Ada yang berbunyi TILIL TILIL TILILLLLLLLLLLLLL JELEGUR (persi kampung lembur sawah). Ada juga istilah bahwa suara kolcer itu sangat Indah, sebab ada suara nyeguknya.Bentuk fisik kolecer tersebut sebenarnya sangat sederhana, namun pada dasarnya sulit dalam proses pembuatannya. Kerumitannya yang paling urgen adalah prinsip keseimbangan dalam membuat bentuk kolecer/kincir itu sendiri. Bahan yang digunakan biasanya dapat dari bahan kayu dan dapat pula menggunakan bambu. Yang paling umum adalah penggunaan bahan kolecer / kincir dari kayu (pohon).
Masyarakat penggemar kolecer biasanya dari semua usia mulai dari anak-anak hingga orangtua. Anak-anak biasanya menggunakan kolecer yang dibuat dari bahan bambu, sedangkan kolecer yang dibuat dari bahan kayu/pohon bisanya digunakan oleh orangtua. Dalam hal ini dapat dimaklumi, karena memang sesuai dengan tingkat
kesulitan dan kerumitannya dalam proses pembuatannya. Hingga saat ini tradisi manyer kolecer masih bertahan dan masih digandrungi oleh semua kalangan di tengah masyarakat Desa Cibuntu.
Seniman warga desa cibuntu pengrajin kolecer
1. Di Cibubuay Mang Eden
2. Di Ci Tegal Bah Wasi
3. Di Ci Jolang Mang Mimin
4. Di Ci Bayur H. Angi (Alm)
5. Di Lembur Sawah Mang Oleh Saebah, H. Ahmad dan mang Gunawan
6. Di Cibuntu Mang Jae
7. Di Tegal Ruamin Si Kama
8. Babakan Sirna H. Lalon
Nach wargi sada upami hoyong liburan di musim kemarau manga liburan ka desa Cibuntu terus moe dan nyeungir sambil ningalikeun sareung ngareungeukeun suara kolecer. (irfan)

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 22.20