Irresponsible Journalism: Judul Berita Kalimat Tanya

JANGAN pernah tergoda untuk membaca berita yang judulnya berupa kalimat tanya atau menggunakan tanda tanya di akhir kalimatnya. Pasal...

Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2014

Perubahan Sosial dari Sektor Pertanian

Sejak hidup di dunia, manusia berusaha mempertahankan dan melestarikan hidupnya. Pada awalnya manusia berupaya mengumpulkan makanan. Dalam perkembangan selanjutnya manusia menemukan cara untuk memperoleh tanah. Dan disinilah masyarakat cibubuay  mulai mengadakan kegiatan pertanian. 
Semula pertanian dilaksanakan secara tradisional , setelah mengalami perkembangan akhirnya menggunakan alat-alat bermesin, seperti traktor.

Sementara untuk memberantas hama tanaman masyarakat cibubuay pada zaman dulu, menggunakan tangan manusia, dan sekarang telah menggunakan alat semprot yang berguna untuk menyebarkan obat hama pada tanaman.

Pada zaman dulu agar tanaman mereka tetap menjadi subur, diberi pupuk kandang atau pupuk hijau. Namun sekarang mereka sudah menggunakan pupuk buatan pabrik. Untuk hasil panennya sendiri juga biasanya meereka masih menngunakan lesung, fungsinya untuk  menumbuk ,  biji padinya supaya  terpisah dengan cangkangnya. Dan kalau sekarang mereka beralih menggunakan mesin. 

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 05.23

Minggu, 31 Agustus 2014

Permainan Tradisional Sudah hampir punah


Cibubuay.com Coba kita kembali ke memori masa lalu kira kira sekitar tahun 2000-2006 an, ketika itu saya masih mengenyam bangku SD ketika pulang sekolah kita sering bermain layang-layang, bermain lumpur disungai cimandiri, petak umpet,bermain kelereng, bermain sondah dan masih banyak permainan yang lainnya, dan itu semua sebagian kecil adalah permainan yang sering kita mainkan sewaktu kita masih kecil, bila kita ingat permainan itu sungguh mengasyikan, apalagi bermain layang-layang sampai-sampai kita bolos sekolah diniyah,dan dibilang panas yang penting kita senang. Sungguh sebuah keceriaan yang tercermin di anak-anak
kampung cibubuay.

Namun dimanakah keceriaan itu sekarang,bahkan permainan yang saya sering mainkan bersama teman saya itu kini sudah lenyap dimakan oleh zaman.Di era ini yang serba teknologi semua bisa kalah termasuk permainan tradisional itu. Dan anak-anak kecil sekarang sudah sangat jarang bermain permainan tradisional tersebut, kebanyakan anak sekarang memilih permainan modern.
Kalau saya lihat dari kacamata sosial saya, tak terelakan lagi bahwa permainan tradisional sudah dibilang mulai punah.Handphone, Laptop, Play station, serta permainan teknologi lainnya kini adalah suatu hal yang susah lepas dari kehidupan anak zaman sekarang.

Bahkan saya kadang-kadang suka melihat ibu-ibu mengasihkan Handphone kepada anaknya yang masih berumur baru 5 tahun pun sudah diajari untuk memegang handphone. Suatu hal yang miris, meskipun ada dampak positifnya namun itu sedikit, kebanyakan adalah dampak negatif. Coba bayangkan dalam alat-alat seperti handphone serta laptop bisa menimbulkan radiasi yang besar yang bisa berbahaya bagi anak-anak. 
Tak Cuma sampai disitu saja, anak yang selalu bermain Play station, HP biasanya tak kenal waktu, belajarpun ditelantarkan, suatu hal yang kurang baik. 

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 06.28

Minggu, 18 Mei 2014

IRWAN ADIANSYAH (SOSIAL)

Irwan Adiansyah Al-aliyahSebagai seorang sosiologi yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat tersebut, sosiologi memegang peranan penting dalam membantu memecahkan masalah-masalah social, seperti, kemiskinan, konflik antarras, delinkuensi anak-anak, dan lain-lain.

Dalam Hal ini selaku mempelajari ilmu sosiologi memang tidak terlalu menekankan pada pemecahan atau jalan keluar masalah-masalah tersebut, namun berupaya menemukan sebab-sebab terjadinya masalah itu 

Usaha-usaha untuk mengatasi masalah social hanya mungkin berhasil apabila didasarkan pada kenyataan serta latar belakangnya. Disinilah peranan sebagai seorang sosiologi. Namun, peranan itu tidak akan terwujud tanpa didasari teori dan pemahaman akan ilmu sosiologi itu sendiri

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 21.25

Jumat, 18 April 2014

Desa harus jadi kekuatan ekonomi (Iwan Fals)


Desa harus jadi kekuatan ekonomi Agar warganya tak hijrah ke kota Sepinya desa adalah modal utamaUntuk bekerja dan mengembangkan diri


Walau lahan sudah menjadi milik kota Bukan berarti desa lemah tak berdaya Desa adalah kekuatan sejati Negara harus berpihak pada para petani


Entah bagaimana caranya Desalah masa depan kita Keyakinan ini datang begitu sajaKarena aku tak mau celaka


Desa adalah kenyataan Kota adalah pertumbuhan Desa dan kota tak terpisahkan Tapi desa harus diutamakan




Di lumbung kita menabung Datang paceklik kita tak bingung Masa panen masa berpestaItulah harapan kita semua
Tapi tengkulak tengkulak bergentayanganTapi lintah darat pun bergentayanganUntuk apa punya pemerintahKalau hidup terus terusan susah
 

Di lumbung kita menabung Datang paceklik kita tak bingung Masa panen masa berpesta Itulah harapan kita semua
Desa harus jadi kekuatan ekonomi Agar warganya tak hijrah ke kota Sepinya desa adalah modal utama Untuk bekerja dan mengembangkan diri


Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 16.42

Selasa, 15 April 2014

Mencari Rumput Untuk Binatang Ternak

Salah satu warga kampung cibubuay yang sedang mencari rumput untuk binatang ternaknya, mereka sering mencari rumput didaerah persawahan, tidak semua rumput yang mereka ambil, ada beberapa rumput yang sering digemari binatang ternaknya seperti rumput babadotan.
Zaman dulu masyarakatnya suka membiarkan binatang ternaknya untuk mencari makanan (rumput) diluar, tetapi sekarang tidak lagi, kata masyarakatya kalau binatang ternak dilepas untuk mencari rumput sendiri, dan nantinya akan merepotkan yang punya karena mereka harus menggiring binatang ternaknya disore hari untuk balik lagi kekandangnya.

Dan mugkin binatangnya susah diatur kalau lagi digiring oleh pemiliknya, kadang ada juga binatang yang suka bandel tidak mau untuk bergabung dengan koloninya, itu salah satu alasannya kenapa masyarakat tidak mau membiarkan binatag ternaknya untuk mencari rumput sendiri. Pemiliknya lebih bak mencari rumputnya sendiri.

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 06.28

Bertani sebagai penghasilan masyarakat Cibubuay

Cibubuay.com Mayoritas masyarakat kampung Cibubuay adalah Para petani, baik itu petani sayuran maupun petani buah-buahan, mereka bertani hanya satu kali atau dua kali dalam satu tahun, itu juga tergantung pada musimnya, kalau musim hujan mereka biasanya, menanam sayuran, seperti Cacim, bayam, Terong, Kacang panjang dll .  atau buah-buahan, seperti buah pepaya pisang, karena pada musim hujan tanahnya akan mejadi subur, dan banyak warga yang bertani.
            Dan hasil bumi itu mereka akan menjualnya kepasar sebagai nilai ekonomi mereka, karena mungkin pasar juga membutuhkan sayuran atau buah-buahan dari para petani, dan pasar nantinya akan menjualnya lagi kepada orang lain .
Dan selain mereka jual kepasar mereka selalu menyisihkan buat lalab (lauk pauk ) makan mereka, karena menurut mereka mengkonsumsi sayuran itu adalah sehat, dibandingkan dengan memakan makanan yang ada zat berbahaya.
Selain itu mereka suka membagikan sayuran atau buah-buahan mereka kepada para tetangganya, yang tidak bertani, atau masyarakat yang tidak mempunyai lahan untuk bertani, karena tidak semua masyarakatnya bertani.

            

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 03.56

Senin, 07 April 2014

PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT CIBUBUAY


Cibubuay.com Seseorang atau individu merupakan unit terkecil dalam suatu masyarakat. Individu memenuhi kebutuhan 

hidupnya melalui hidup bermasyarakat. Manusia pada hakikatnya selalu hidup bermasyarakat, di mana manusia dalam hidup sesalu bergantung pada manusia lain dan alam  sekitar.
Dalam masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan sosial dalam masyarakat merupakan suatu hal yang sangat erat dalam kehidupan masyarakat. Pada dasarnya masyarakat merupakan sesuatu yang dinamis, selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, baik cepat maupun lambat. Manusia selaku manusia yang berbudaya selalu menghadapi masalah-masalah baru yang tentu saja mengharuskan adanya pemikiran, usaha, dan peralatan baru untuk memecahkannya. Begitu suatu masalah terpecahkan, tak mustahil muncul masalah dan kebutuhan yang selanjutnya menuntut adanya pemecahan. Dapat dikatakan bahwa proses perubahan masyarakat tak ada akhirnya selama masih ada manusia.
Perubahan tidak baik di desa maupun di kota dengan berbagai pengaruh. Sehingga perubahan tidak hanya terjadi pada masyarakat kota tetapi juga pada masyarakat desa. Perubahan dalam masyarakat dapat terjadi pada unsur-unsur kebudayaan seperti bahasa, mata pencaharian, religi, sistem organisasi, pengetahuan, kesenian dan teknologi.
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kini marak dengan penggunaan teknologi. Tak terkecuali pada masyarakat desa. Masyarakat desa kini mulai mennggunakan peralatan yang menggunakan teknologi yang semakin canggih.
Dalam studi kasus ini yang akan dikaji adalah masyarakat Kampung Cibubuay. Desa Cibuntu merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi. Berdiri di atas lahan yang terdiri dari area pegunungan, dan tanah datar, sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani. Umumnya mereka adalah petani padi dan petani sayuran itu juga sesuai dengan keadaan musimnya. Seiring dengan berjalannya waktu para petani dikampung saya mulai menggunakan mesin seperti teraktor untuk mempermudah pekerjaannya,hal itu juga tidak semua warganya memiliki mesin traktor, berbeda dengan tahun 2002 dimana para petaninya masih menggunakan hewan peliharaanya untuk membajak sawah nya.


    Bukan hanya perubahan dalam mata pencaharian saja tetapi masyarakat kini juga mulai menggunakan peralatan dengan menggunakan teknologi, seperti Handphone, televisi, radio, bahkan laptop juga sekarang sudah punya walaupun hanya sebaigan orang saja. Waktu Zaman dulu sekiar tahun 2002, jarang sekali ada yang mempunyai  televise, radio Hp, itu juga hanya satu orang yang punya itu semua. Tetapi dengan seiring kemajuan zaman semua masyarakatnya sudah mempunyai televise, Hp dan lain sebagainya.

    Dan waktu itu juga dalam segi pendidikan masih dibilang rendah, banyak warga masyarakatnya hanya lulusan sekolah dasar, dan jarang orang yang melanjutkan pendidikan sampai tingkat SMP, dan pada tahun 2005 ada beberapa warganya yang melanjutkan sampai tingkat SMP, berbeda dengan tahun 2007 hampir semua anak –anak yang keluaran sekolah dasar melanjutkan pendidikanya sampai jenjang SMP .
   
     Dalam segi kehidupan sehari-harinya warga masyaraktnya sudah mengenal berbagai gaya, seperti dalam berpakain , bentuk rambut, dan zaman dulu warga masyarakatnya tidak seperti zamanya sekarang. Dan pada tahun sekitar tahun 2002 anak kecil dikampung cibubuay masih menggunakan alat atau permainan tradisonalnya, seperti bermain kelereng, bermain pistol-pistolan yang terbuat dari bamboo hitam, yang pelurunya masih menggunakan kertas yang direndam kedalam air, tetapi dengan adanya perubahan sosial permainan itu seakan akan hilang, karena anak sekarang beralih ke permainan moden, seperti bermain PS, bermain sepeda dan lain sebagainya. 
Dari data yang ada dapat diketahui bahwa telah banyak penduduk desa yang memiliki peralatan berteknologi seperti komputer. Hampir sebagian warga memiliki alat tersebut 

Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 15.39

Kamis, 03 April 2014

Desa Cibunntu



Desa Cibuntu adalah sebuah desa yang terletak dikecamatan simpenan kabupaten Sukabumi cibuntu adalah sebuah desa yang memiliki sumber daya alam yang begitu melimpah ruah namun sayangnya sumber daya alam (SDA) itu, tidak bisa dikelola dengan baik, karena tidak ada sumber penunjagnya yaitu sumber daya manusia (SDM), Dikarenakan sebagian masyarakatnya hanya lulusan sekolah Dasar (SD) jadi tidak mempunyai keahlian (skil) untuk mengelola sumber daya alam yang melimpah ruah itu dan bahkan ada juga sebagian masyarakat yang melanjutkan Sekolah samapi keperguruan tinggi lainnya. Mayoritas masyarakatnya hanya petani yang kegiatan sehari-harinya pergi keladang atau kesawah, sebagian juga ada yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tukang membuat gula, tukang bata, dan tukang ojek, inti pekerjaan mereka adalah bertani.Namun bagi yang muda rata-ratanya menjadi perantau di sebrang sana, mereka hanya menjadi pedagang roti, sandal, dan ada juga yang menjadi buruh kuli bangunan dan ada juga yang menjadi tukang jahit konveksi.  Cibuntu terbagi menjadi bebera kampung, diantaranya ada kampung cibubuay yang berbatasan dengan desa Cidadap,Bojong Neros, Kalapa Dua, Citegal, Legok Loa, Cijolang, Babakan Sirna, Cibayur, Rumain, Pojok, Cipurut, Tangkolo (perbatasan dengan desa Padaasih).   Yang bertindak sebagai pemimpin atau lurah desa Cibuntu adalah Pak Yayan yang mana sebentar lagi masa jabatanya akan lengser, dan mungkin butuh pengganti atau lurah baru. Masyarakat cibuntu orangnya ramah tamah, sopan dan santun baik itu kesesama maupun bukan kesesama (ke yang lebih tua umurnya),       Masyarakat Cibuntu sekarang sudah modern mereka sudah mengenal barang elektronik seperti HP,televisi,Radio dan lain-lain.Dulu yang mempunya televisi itu hanya satu orang,tapi dengan seiring kemajuan zaman hampir semua rumah mempunyai televisi.Dan dulu anak kecil desa Cibuntu itu kalau bermain masih menggunakan permainan tradisional seperti main pistol-pistolan yang terbuat dari bambu hitam yang dipotong-potong dan yang menjadi peluruhnya hanya kertas yang disobek-sobek lalu direndam kedalam air. Masyarakat Cibuntu sekarang sudah tidak lagi mengedepankan sikap gotong royong, misalkan dalam mebikin rumah, membersihkan jalan dan lain-lain.   Dan dengan seiring kemajuan jaman permain itu sekarang hampir tidak digemari oleh anak sekarang, mereka memilih permianan yang modern dibandingkan dengan permainan tradisional. Tidak apdol kalau membahas desa cibuntu,  tidak membahas kulinernya mungkin setiap kampung memiliki makanan yang berbeda, saya akan membahas salah satu makannan tradisional masyarakat cibuntu yaitu Papis, buras, lepet dan lain-lain. Ternyata desa Cibuntu juga mempunyai lapangan sepak bola, yang takalah bagus dengan desa lain, karena menurut saya lapangan yang paling bagus dikecamatan Sipmenan itu hanya lapang desa Cibuntu.


Posted by Romeltea Media
Budaya Indonesia Updated at: 06.30